Tolak Dicaplok Instagram, Dua Pemuda Ini Malah Jadi Tajir Melintir

Bacaberita.us – Pada 2013, Joel Flory dan Greg Lutze duduk untuk makan malam di Park Tavern, sebuah bistro kelas atas di San Francisco. Mereka makan bersama dengan pendiri Instagram Kevin Systrom.

Setahun sebelum makan malam itu, Flory dan Lutze telah meluncurkan VSCO, sebuah aplikasi pengeditan foto. Saat itu aplikasinya cukup tenar, ada sekitar lebih dari 2 juta foto di Instagram yang disertai dengan tagar #vscocam.

Tagar itu yang berarti pengguna telah mengedit foto-foto itu di VSCO, kemudian mengirim foto-foto itu ke Instagram. Padahal saat itu Systrom memiliki perangkat lunak pengeditan foto yang terintegrasi dengan Instagram.

Systrom terkesan dengan VSCO dan memiliki gagasan untuk mendapatkannya. Tetapi ketiganya saat itu tidak sampai membahas harga. Sebab saat itu Flory dan Lutze menyadari bahwa Systrom kemungkinan tidak akan menjadikan VSCO sebagai aplikasi yang berdiri sendiri dan sebaliknya akan memilih memasukkan teknologinya ke Instagram. “Untuk VSCO, kami memiliki misi dan visi yang jauh lebih besar. Visi kami lebih dari sekadar alat,” kata Flory, dilansir dari Forbes.

Enam tahun kemudian, 200 juta posting Instagram telah ditandai dengan #vscocam. Pendapatan VSCO telah meledak, dua kali lipat pada tahun 2018 menjadi US$ 50 juta.

Mereka juga mengantongi pendapatan dari kelompok startup sekitar US$ 90 juta dari Accel, Glynn Capital, dan lainnya. Total nilai perusahaan sekitar US$ 550 juta.

Flory, Chief Executive Officer perusahaan, dan Lutze, Chief Experience Officer, masing-masing memiliki sekitar 21% dari startup, sebuah saham senilai US$ 115 juta.

Sejak VSCO meluncurkan aplikasi seluler pertamanya pada tahun 2012, VSCO telah mengumpulkan 150 juta lebih unduhan dari Android dan iPhone. Perusahaan memulai debutnya dengan model berlangganan pada tahun 2017 sejak menghasilkan 2 juta pengguna berbayar dengan biaya US$ 19,99 per tahun.

Untuk berlangganan anggota mendapatkan 130 filter eksklusif, kemampuan pengeditan GIF dan video, serta alat-alat seperti edit warna kulit dan edit gambar.

Pengguna VSCO mewakili jalan tengah yang sukses antara remaja yang menggemari Snapchat dan audiens massa Instagram.